Fatique Training Jhonlin Group

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Dalam melakukan pekerjaan karyawan berisiko mendapatkan gangguan kesehatan maupun fatique yang ditimbulkan oleh pekerjaan. Hal ini berdampak buruk terhadap performa karyawan. Untuk meminimalisir bahaya fatique, TDS SHE Jhonlin Group kembali melaksanakan pelatihan di ruang meeting Jhonlin Group, Kamis 16 November 2017 yang diikuti perwakilan masing-masing departemen di Jhonlin Group.

Kegiatan berlangsung selama sehari, peserta dijelaskan seputar definisi fatique, Faktor penyebab fatique, Penyebab kelelahan secara medis, Gejala-gejala fatique, Management fatique hingga bagaimana mengelola fatique.

Respon peserta sangat baik, pertanyaan demi pertanyaan seputar medis bahkan beberapa keluhan dari pekerjaan masing-masing disampaikan. Hal ini bertujuan agar karyawan dapat lebih berhati-hati serta menjaga kesehatannya termasuk pola hidup sehat.

Mengawali pelatihan Joko Fery Yanto S.K.M dari TDS SHE Jhonlin Group menyampaikan “Upaya untuk meminimalisir kecelakaan maupun gangguan kesehatan akibat kerja secara terus menerus kami lakukan diberbagai unit usaha. Ini juga merupakan pemenuhan perundang undangan K3LH mengenai kesehatan yang khususnya mengenai pengawasan terhadap si manusia,”

Menurutnya, fatique (kelelahan kerja) merupakan suatu risiko yang kalau tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk terhadap performa kerja maupun keselamatan saat bekerja. Untuk itu sangat penting bagi karyawan mengetahui faktor penyebab maupun cara mengelola fatique. Berbagai upaya telah dilakukan managemen untuk mengantisipasi bahaya fatique diantaranya pengaturan shift kerja, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi melalui safety talk maupun meeting K3LH,”

Diakhir pelatihan, Joko trainer K3LH juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan dan meminimalisir aktifitas diluar jam kerja yang sangat berpotensi menyebabkan fatique. Jadi sebaiknya karyawan yang mengalami atau menemukan beberapa tanda-tanda kelelahan seperti mata tidak berhenti berkedip dan agak berair serta kepala tertekuk dan mulut tidak dapat berhenti menguap bisa disampaikan ke pengawas masing-masing atau memperingatkan rekan kerjanya untuk lebih berhati-hati. Karena kecalakaan terjadi apabila keselamtan diabaikan.”

Share.

Comments are closed.