Jhonlin Group Bekerjasama Dengan KPAK Tanah Bumbu Gelar Seminar Nasional Bahaya HIV-AIDS

Masalah AIDS bukan hanya merupakan masalah kesehatan saja, tetapi lebih kepada perilaku  masyarakat yang tidak memperhatikan kehidupan sosial yang berdampak pada penularan penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya.

Jhonlin Group, Semninar Nasional HIV AIDS 2013, Kalimantan Selatan, Tanah bumbu, Batulicin, h isam
Kasus Aids yang marak terjadi saat ini, tidak bisa dianggap enteng karena sampai saat ini belum ada obatnya dan orang yang terinfeksi sulit terditeksi. Untuk itu perlu upaya sungguh-sungguh dalam melakukan pencegahan, salah satunya dengan memberikan pengetahuan seputar bahaya virus HIV dan penyakit AIDS. Memperingati Hari AIDS se-Dunia pada 1 Desember 2013, Jhonlin Group bekerjasama dengan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Seminar Nasional dalam memperingati Hari AIDS se-Dunia tahun 2013 di Gedung Mahligai Bersujud pada Selasa 10 Desember 2013.

Jhonlin Group, Semninar Nasional HIV AIDS 2013, Kalimantan Selatan, Tanah bumbu, Batulicin, h isam
Peringatan Hari AIDS tahun 2013 mengangkat tema ‘Lindungi Pekerja, Keluarga dan Bangsa Cegah HIV-AIDS’.  Acara seminar diikuti oleh seluruh perusahaan yang ada di Tanah Bumbu salah satunya Jhonlin Group dan beberapa unit usahanya , Instansi, SKPD, Organisasi maupun LSM, Sekolah serta populasi kunci yang merupakan pekerja dengan risiko penyakit HIV-AIDS yang tinggi.  Pada seminar ini para peserta akan diberi materi mengenai Situasi dan Perkembangan HIV-AIDS di Kalimantan Selatan, Situasi dan Penanggulangan AIDS di daerah, Stop HIV-AIDS dan hapus segala bentuk stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) kemudian Karyawan Bebas HIV-AIDS, Produktivitas Kerja Meningkat.

Jhonlin Group, Semninar Nasional HIV AIDS 2013, Kalimantan Selatan, Tanah bumbu, Batulicin, h isam
Seperti yang diungkapakan Dokter Anwar Group Health dari SHE Jhonlin Group “Keikutsertaan Jhonlin Group dalam pelaksanaan seminar ini yakni men-support kebutuhan narasumber yang berasal dari Deputi Bidang Koordiansi Kesehatan, Kependudukan dan Keluarga Bencana Kemenko Kesra Republik Indonesia, Dirjen Perlindungan Norma Kesehatan dan Keselamatan Kerja, KPA Pusat maupun Provinsi”. Hal senanda diungkapkan Drs. Gusti Hidayat Sekretaris KPAK Tanah Bumbu “Diharapkan melalui seminar ini kita dapat mensosialisasikan bahaya HIV-AIDS ini ke lingkungan sekitar. Karena, dengan pemahaman yang baik dapat mendorong pengurangan maupun penanggulangan penyakit ini.  Apalagi di Tanah Bumbu penderita virus HIV sekitar 196 orang dan penyakit AIDS sekitar 8 orang dan kasus ini paling banyak di alami oleh masa produktif. Jadi setiap orang wajib menciptakan kondisi sosial yang baik dalam hal penyampaian bahaya HIV AIDS. Semoga apa yang kita dapat hari ini, dapat di implementasikan di lingkungan masyarakat maupun lingkungan kerja“.

Jhonlin Group, Semninar Nasional HIV AIDS 2013, Kalimantan Selatan, Tanah bumbu, Batulicin, h isam
Mewakili perusahaan yang ada di Tanah Bumbu, Jhonlin Group yang diwakili oleh Dr Anwarusy Syamsi mengungkapkan “Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya HIV-AIDS, yang dimana mengacu kepada Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor 68 tahun 2004 tentang penanggulangan HIV AIDS di tempat kerja. Maka, salah satu upaya dari managemen K3 Jhonlin Group yang telah dilakukan yakni dengan mengadakan sosialisasi bahaya HIV-AIDS di lingkungan kerja melalui Safety Talk, Seminar seputar Bahaya HIV-AIDS, Talk show di radio maupun Iklan layanan masyarakat di majalah perusahan”.

Jhonlin Group, Semninar Nasional HIV AIDS 2013, Kalimantan Selatan, Tanah bumbu, Batulicin, h isam
Pada kesempatan yang sama Dr. Sudi Astono dari Dirjen Perlindungan Norma K3 mengungkapkan “Terima kasih kepada pihak perusahaan, dalam hal ini Jhonlin Group maupun perusahaan lainnya yang ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan bahaya penyakit HIV-AIDS, semoga kerjasama seperti ini dapat berlanjut sehingga berdampak pada berkurangnnya penderita HIV-AIDS di Indonesia khususnya Tanah Bumbu” ditambahkannya “Upaya-upaya penanggulangan HIV-AIDS harus terus dilakukan, keterlibatan sektor swasta dalam hal ini perusahaan harus dapat mengatasi masalah ini. Jadi diperlukan pelayanan yang berkesinambungan melalui upaya preventif sehingga dapat meminimalisir bahaya ini. Mari kita jadi corong pemerintah dengan mensosialisasikan bahaya penyakit ini, apalagi Tanah Bumbu merupakan peringkat pertama tertinggi pengidap HIV-AIDS di Kalimantan Selatan. Jadi, waspadai virusnya bukan orangnya”.