Published On: Fri, Jul 6th, 2012

Menteri Perindustrian MS. Hidayat membuka acara Ground Breaking PT. Batulicin Steel

Ground Breaking  pembangunan PT. Batulicin Steel  merupakan langkah ke depan bagi percepatan pembangunan Kalimantan Selatan maupun peningkatan pendapatan daerah  yang menjadi salah satu penghasilan Negara. PT. Batulicin Steel yang merupakan salah satu anak perusahaan dari Jhonlin group adalah pabrik baja yang terdapat di Kalimantan Selatan khususnya di Tanah Bumbu. Rabu  4 Juli 2012 di desa Sungai Dua Kab. Tanah Bumbu telah dilaksanakan pemancangan tiang dan penanaman prasasti ditutupi kain merah yang dilakukan para pejabat Cina sekaligus menandakan awal pembangunan pabrik baja yang berada di Batulicin ini.

“Selain mendukung Program Pemerintah di bidang industri dasar, diharapkan juga Pabrik ini memberikan manfaat yaitu merupakan investasi langsung dari asing ( direck investment ), memberikan kontribusi pendapatan daerah, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Tanah Bumbu, karena nantinya Pabrik ini akan membutuhkan lebih kurang 2.100 orang tenaga kerja diberbagai posisi”, ungkap Ongki Purnomo Soemarno, MBA. selaku Direktur atau Group CEO Jhonlin Group dalam pidatonya pembukaan acara tersebut.

Pendirian pabrik baja ini merupakan kerjasama Cina dengan Indonesia yang mana melibatkan beberapa  perusahaan  Jhonlin Group dan PT. Mandan Steel. Pada acara Ground Breaking ini di hibur oleh beberapa kesenian daerah di Indonesia dan atraksi Kungfu shaolin dari Tiangkok serta Barongsai yang menjadi penjemput tamu Menteri Perindustrian beserta rombongannya.

Acara Ground Breaking PT. Batulicin Steel ini dihadiri menteri perindustrian MS Hidayat, mantan Kapolri, Bambang Hendarso Danuri, Taufik Effendy, Mantan Menteri PAN, Gubernur dan Kapolda Kalsel, Danrem 101 atau Antasari, serta Danlanud Syamsudin Noor, Bupati, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negri, Dandim Tanah Bumbu, Kapolres dan Dan Lanal Kotabaru, juga Bupati Mamuju Sulawesi Barat, Sukardi. Pada jajaran pengusaha tampak  H. Andi Syamsuddin Arsyad, Tommy Winata dan seorang pengusaha dari China, Dong Sho Tong.

Dalam paparannya Gubernur Kalsel  H. Rudy Arifin mengaku bangga ada pengusaha lokal yang bisa bekerjasama dengan pengusaha dari luar negeri. Ia  berharap keberadaan pabrik baja ini akan menguntungkan bagi kedua Negara, dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terlebih lagi Keberadaaan PT. Batulicin Steel di wilayah Tanah Bumbu ini nantinya akan membuka peluang cukup besar bagi para warga yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Menurutnya Sebuah Negara tidak akan maju jika tidak memiliki industri baja apalagi Kalsel memiliki potensi Sumber Daya Alam berupa biji besi dan batubara yang melimpah ruah jadi sudah sepantasnya daerah kita ini dapat menjadi kota pelabuhan atau bahkan nantinya menjadi daerah industri”.  Hal yang sama dikatakan Pendiri Jhonlin Group, H.Andi Syamsuddin Arsyad  atau H.Isam mengatakan  PT. Batulicin Steel, nantinya dalam jangka 5 tahuh ke depan setidaknya akan memerlukan tenaga kerja yang banyak.

Batulicin Steel, jhonlin Group

Sementara itu Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan akan mengawal dan memfasilitasi keinginan pengusaha lokal di Batulicin untuk merealisasikan pendirian pabrik baja, menurutnya kedepan tidak hanya industri hulu yang akan di dorong pengembangannya. Tapi perlu pengembangan industri baja hilir dan ini masih di upayakan pemerintah pusat”.