Training Supervisory For Foreman PT. Jhonlin Baratama

Membangun sebuah rumah yang kokoh membutuhkan landasan dan pondasi yang kuat untuk menopangnya. Sumber Daya Manusia sebagai salah satu pondasi dan modal perusahaan, harus terus diasah dan diolah agar mencapai perannya secara optimal sebagai salah satu tiang penyangga laju perusahaan.

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, PT. Jhonlin Baratama, Effective Supervisor, h isam
Seringkali karyawan menangkap kesan bahwa tanggung jawab pekerjaan serta keselamatan pekerja merupakan tanggung jawab atasan. Padahal pada pelaksanaan pekerjaan masing-masing, karyawan memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan maupun keselamatan di area kerja masing-masing. Mewujudkan komitmen perusahaan dan menjawab kebutuhan atas semakin luas dan berkembangnya areal kerja maupun laju bisnis perusahaan. Organization Development PT. Jhonlin Baratama mengadakan pelatihan Effective Supervisory For Foreman yang dilaksanakan pada 28-29 September 2013 di VIP Room, Rumah Makan Bumbu Desa.

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, PT. Jhonlin Baratama, Effective Supervisor, h isam
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Fahruzzaini selaku Chief Financial Officer, Human Resources and Supply Chain PT. Jhonlin Baratama. Seperti yang diungkapkannya saat membuka pelatihan “Seorang Foreman mempunyai peranan penting dalam perusahaan, seorang Foreman harus mampu menjadi jembatan antara manajemen dengan para pelaksana kerja dibawahnya”. Ditambahkannya “Diharapkan melalui pelatihan ini para peserta mampu memahami fungsinya untuk melakukan supervisi terhadap anak buah, memahami dan mengenali anak buah serta mengetahui bagaimana berinteraksi dengan anak buah dengan efektif”.

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, PT. Jhonlin Baratama, Effective Supervisor, h isam
Di hari pertama pelatihan, diawali dengan pre-test, para peserta diajak untuk mengenal dan menggali siapa mereka, apa tugas dan fungsi seorang Foreman, Apa perbedaan dan persamaan antara seorang Foreman, Supervisor dan Manager selanjutnya mengenali tipe diri mereka dengan bantuan MBTI (Myers Briggs Type Indicator) salah satu alat ukur tipe kepribadian yang biasa digunakan untuk meng-capture tipe diri dan kelompok serta mengenal 4  kuadran tipe anak buah berdasar tingkat kesiapan melakukan tugas maupun cara mengatasi anak buah dengan tipe masing-masing.

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, PT. Jhonlin Baratama, Effective Supervisor, h isam
Pada hari kedua pelatihan, para peserta dikenalkan mengenai metode PDCA (Plan, Do, Check and Action) serta bagaimana mengimplementasi metode tersebut dalam melaksanakan tugas sehari- hari di lapangan. Selanjutnya mereka diajarkan cara melakukan mentoring dan coaching untuk anak buah, cara untuk memberikan motivasi dan memilih kata-kata yang membangun dalam menghadapi dan mengelola anak buah. “Diharapkan setelah pelatihan ini para peserta dapat memainkan peranan penting mereka dalam menjaga stabilitas kinerja serta produktivitas para bawahannya sehingga apa yang dicita-citakan perusahaan dapat terwujud dengan baik” tutur Reny Kartika selaku trainer disela-sela pelatihan.

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, PT. Jhonlin Baratama, Effective Supervisor, h isam

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, PT. Jhonlin Baratama, Effective Supervisor, h isam
Usai pelatihan para peserta kembali melakukan post test untuk mengukur sejauh mana peserta mampu menyerap materi yang diberikan, sekaligus sebagai nilai penentu untuk menentukan peserta terbaik. Suryadi, Foreman HE  dari Departemen Plant  yang mendapatkan apresiasi sebagai peserta paling aktif dan memiliki hasil nilai test terbaik “Saya mewakili peserta lainnya mengucappkan terima kasih kepada manajemen atas diselenggarakannya pelatihan ini, kami sangat senang karena pelatihan ini sangat membantu dalam pekerjaannya terutama dalam hal mengelola anak buah”. Usai penyerahan apresiasi terhadap peserta pelatihan dilanjutkan dengan foto bersama para peserta dan trainer di halaman rumah makan Bumbu Desa.

“Constant development is the law of life, and a man who always tries to maintain his dogmas in order to appear consistent drives himself into a false position”.- Mahatma Gandhi