UPAYA LEMBAGA KONSERVASI Jhonlin Lestari DALAM PELESTARIAN SATWA

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pengembangbiakkan menjadi misi Lembaga Konservasi Jhonlin Lestari dalam upaya penyelamatan satwa, salah satunya dengan breeding dengan mempertahankan kemurnian jenis satwa.
Jhonlin Group

Sejak November 2013, teknik breeding telah dilakukan LK Jhonlin Lestari sebagai usaha penyelamatan satwa khususnya jenis burung
aves yang merupakan titipan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur yakni sepasang burung Nuri Bayan. Dari sepasang burung itulah, saat ini telah ada beberapa jenis aves yang sudah di breeding antara lain:

1. 1 pasang Nuri Bayan dari BBKSDA Jawa Timur dengan jumlah anakan 2 ekor
2. 1 pasang Nuri Bayan dari BKSDA Jakarta dengan jumlah anakan 3 ekor
3. 1 pasang Nuri Bayan dari BKSDA Jakarta dengan jumlah anakan 2 ekor
4. 1 pasang Kakatua Jambul Kuning jenis Eleonora dengan jumlah anakan 1 ekor
5. 1 pasang Kakatua Jambul Kuning jenis Triton dengan jumlah anakan 1 ekor
6. 1 pasang Kakatua Jambul Kuning jenis Triton (proses perjodohan)
7. 1 pasang Kakatua Raja (proses perjodohan)
Jhonlin Group
Kendala awal yang dihadapi dalam breeding adalah proses perjodohan, karena burung-burung tersebut merupakan sitaan dari BKSDA sehingga agak sulit mengetahui usia burung tersebut. Untuk mensiasatinya, pasangan diambil secara acak tapi tentu saja yang sejenis. Setelah itu, burung yang telah dipasangkan dimasukkan ke kandang perjodohan. Jika dalam 6 bulan tidak ada reaksi, maka pasangan akan ditukar salah satu atau kedua-duanya. Dari situ, dapat disimpulkan bahwa pasangan burung tersebut belum cukup umur untuk siap kawin.

Di dalam breeding teknik yang dilakukan LK Jhonlin Lestari dalam upaya pelestarian satwa yaitu Hand Feeding. Hand Feeding adalah teknik menggantikan peran si induk dalam memberikan makanan (meloloh) pada anak burung (pinyek).Teknik ini dilakukan karena 3 hal:

1. Indukan tidak berhasil membesarkan atau mengasuh anaknya
2. Anakan burung terlalu banyak. Misalnya, burung kakatua mempunyai kecenderungan hanya mampu membesarkan 1-2 anakan saja.
3. Perbedaan umur, anakan burung yang lebih kecil atau terakhir menetas akan tersisihkan karena kalah bersaing dengan anakan yang lebih dulu menetas.

Dengan melakukan teknik hand feeding, keuntungan yang
didapat ialah:

1. Tingkat keberhasilan hidup anakan bisa 100%
2. Anakan burung lebih cepat besar dan terjamin nutrisinya
3. Warna burung lebih cerah dan bersinar
4. Burung menjadi jinak sehingga lebih mudah dilatih
5. Induk dapat berproduksi lebih cepat

Namun, dibalik keuntungan yang didapat tentu saja ada tantangan dalam melakukan teknik ini. Hajri, Zookeeper LK Jhonlin Lestari harus sabar dan telaten dalam melakukan hand feeding. Selain itu, Hajri juga harus memberikan perhatian ekstra karena pemberian makan dilakukan 4 jam sekali dalam 24 jam. Tapi dibalik semua tantangan itu, LK Jhonlin Lestari mampu melaluinya untuk melakukan upaya penyelamatan satwa dari kelangkaan yang berujung kepunahan.

Share.

Comments are closed.