Fahruzzaini SE, Direktur Keuangan PT. Jhonlin Baratama

Batulicin< Jhonlin Group

“Pemimpin Itu Harus Adil”

Sederet kalimat yang kami temukan di status BBM (Blackberry Messenger) teman baik, rekan kerja dan pimpinan bagi karyawan salah satu unit usaha Holding Company Jhonlin Group, tepatnya Direktur Keuangan PT. Jhonlin Baratama; Fahruzzaini SE. Pria kelahiran Banjarmasin 32 tahun silam ini, sejak kelulusannya di Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2002, melakukan ekspansi ke Batulicin. Dengan menggenggam ijazah yang ber-predikat lulusan terbaik. Pada tahun 2003, bergabung bersama PT. Jhonlin Baratama, yang kala itu masih bernama CV.Jonlin Baratama.

Sebagai Direktur Keuangan yang diembannya saat ini, pernyataan non-formal-nya melalui BBM itu, sangat menggelitik kami untuk mencari pemahaman tentang apa yang ditulis oleh beliau, tentang apa yang dimaksudkan dengan “pimpinan adil” menurut beliau. Tidak pelak, telepon seluler “pintar” yang berada didalam genggaman-pun beradu di udara. Kami melakukan percakapan ringan bersama Fahruzzaini. Suami dari Hermina Sari SPsi, seorang Pegawai Negeri Sipil di RS. Tanah Bumbu, pula seorang ayah bagi Alifa Aqilla Herfiza, yang saat ini berumur 1thn, kurang 4bulan, sebelum berumur 2thn. Berikut petikan obrolan singkat kami.

Batulicin, Jhonlin Group

Menarik, status BBM-nya pak..
(Tertawa) iya nih, bagaimana? Ada yang bisa saya bantu?

Kenapa pemimpin itu harus adil Pak?
Kalau ada bawahan yang melakukan kesalahan, ya..harus diberikan ganjaran atau hukuman. Karena jika hal itu tidak dilakukan seorang pimpinan, pertanggung jawabannya di akhirat..seorang pemimpin harus bisa bersikap adil, tidak memihak  atas unsur apapun. Bener nggak? (beliau balas bertanya)

Benar pak. Menurut  bapak, bagaimana caranya agar pemimpin itu bisa berlaku adil?
Berpegang kepada ajaran agamanya masing-masing si pemimpin. Pasti di setiap agama hal itu diajarkan. Bagi saya seorang muslim, ya, berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan Hadits..Insya Allah, kita bisa adil dan Qona’ah. Jika ingin hidup bahagia dunia akhirat, jangan pernah menghalangi rejeki orang lain, apalagi mengambil yang bukan hak atau milik kita. Berprilaku jujur.

Contohnya bagaimana pak?
Yaa..banyak. Mulai dari lingkungan terdekat kita dulu yang paling gampang melihatnya, didalam keluarga. Dalam keluarga, seorang suami harus bisa bersikap adil kepada istri dan anaknya. Misalnya si anak berbuat salah, orang tua harus mengajarkan perbuatan yang benar, dan mengingatkan kepada si anak, bahwa perbuatannya itu bukan perbuatan yang baik. Bukan dibela, kebanyakan orang tua kadang selalu membela anaknya (memanjakan), walaupun anaknya berbuat salah. Sehingga anak besar dengan pemahaman yang salah, mentalnya terdidik dengan tidak benar.

Artinya sikap adil, dimulai dari rumah ya pak?
Ya..belajar untuk bisa adil itu bisa dimulai dari rumah tangga. Bagi suami, artinya dia pemimpin di rumah rangganya.

Menarik..
Banyak juga loh, pemimpin yang salah jalan karena keluarga..

Oya?
Misalnya tuntutan material dari istri, yang menyebabkan akhirnya si suami melakukan korupsi, agar memenuhi tuntutan istrinya. Hal seperti ini sering terjadi. Alhamdulillah, istri saya selalu mengingatkan, jangan memakan yang bukan hak kita. Istri saya tidak menuntut untuk memiliki yang belum sanggup saya berikan. Pemahaman sederhana itu harus ditanamkan, agar kita bisa berlaku adil.

Sepertinya salah satu kunci sukses bagi bapak adalah keluarga?
Iya, kesuksesan dan kegagalan yang kita dapatkan, berawal dari rumah. Jika kita nyaman dalam menjalankan roda kehidupan keluarga, secara otomatis, diluar lingkungan rumah tangga, perusahaan misalnya, kita juga akan nyaman.
Satu lagi, minimal kita harus menanamkan dalam diri kita dan orang-orang terdekat kita (keluarga) untuk selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan dan yang belum kita dapatkan..maksud mensyukuri bukan pasrah ya..lebih kepada rasa terima kasih kepada Tuhan, namun kita harus tetap berusaha menjadi lebih baik, dan agama, sebagai panduan utamanya.

Bagaimana dengan contoh prilaku adil pemimpin di perusahaan?
Pemimpin yang adil di perusahaan itu, salah satunya harus tidak berpihak pada golongan atau unsur tertentu. Misalnya, jika ada karyawan yang memiliki hubungan teman, kerabat atau sanak saudara dengan si pemimpin, harusnya hubungan antara karyawan dan pemimpin itu tidak mempengaruhi si pemimpin didalam membuat keputusan atau kebijakan. Perusahaan tidak mengenal sanak saudara, kerabat dekat dan handai taulan. Oleh karenanya, perusahaan juga harus memiliki sistem dan prosedur baku untuk mendukung prilaku adil seorang pimpinan. Perusahaan harus terus melakukan pengembangan dan perbaikan manajemen sistem . Jadi pimpinan dan karyawan berpegang kepada aturan perusahaan, bukan hubungan emosional.

Menyinggung soal  pengembangan dan perbaikan di perusahaan, ada pendapat tentang hal itu?
Pengembangan dan perbaikan system kerja harus selalu dilakukan, dengan adanya kebijakan dan keputusan perusahaan, guna menunjang kelancaran operasional kerja. Untuk di PT. JB sendiri, kita sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001-2008, artinya SOP (Standard Operational Procedure) kita telah diakui. Selain itu, pengembangan terhadap individu di perusahaan juga harus terus berjalan, misalnya pelatihan-pelatihan yang diberikan baik dari level jabatan terbawah hingga Top Management, agar menciptakan SDM yang berkwalitas dan handal. Intinya, perusahaan dan manajemen harus bisa menciptakan sinergi kerja bersama karyawan, hal ini akan berpengaruh kepada perkembangan perusahaan itu sendiri, dan mendatangkan profit dan benefit bagi perusahaan.

Okay pak, terima kasih untuk waktunya.
Sama-sama, semoga bermanfaat.

Obrolan berakhir, Fahruzzaini, melanjutkan aktivitasnya, “saya mau ziarah dulu” katanya.

One thought on “Fahruzzaini SE, Direktur Keuangan PT. Jhonlin Baratama

Comments are closed.