Pentaho Data Integration Training Jhonlin Group

Jhonlin Group implementasikan Pentaho data integration untuk semua jenis aplikasi transaksi yang digunakan berbagai unit usaha.

Jhonlin Group, Pentaho, MIS, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan selatan
Perbedaan bisnis dan system yang digunakan dari setiap unit usaha Jhonlin Group memerlukan data warehousing untuk mengintegrasikan segala jenis data. Penerapan sistem yang mengautomasikan semua proses bisnis sangat diperlukan. Untuk itu Jhonlin Group menggunakan data warehousing Pentaho. Pentaho merupakan salah satu dari sekian banyak tools untuk data transformation. Pentaho Data Integration atau sebelumnya disebut kettle merupakan tools yang dimiliki oleh PENTAHO untuk menjalankan proses Ekstraksi Transformasi dan load data dari single – multiple sources kepada single – multiple output. Ada dua versi Pentaho Data Integration (PDI) yaitu Enterprise Edition (memakai license yang harus dibayar annually) dan yang kedua adalah PDI Community Edition. Melalui konsultan PT. Cybertrend Intrabuana dalam implementasi data warehousing with Pentaho, Jhonlin Group khususnya team MIS mengikuti training pentaho di ruang meeting Jhonlin Group Kamis, 20 Agustus 2015. Ada berbagai tahapan yang perlu dilakukan mulai dari proses design prototyping, testing UAT (User Acceptance Test), Pembahasan modul finance, Training Pentaho kemudian training fase FRS (Functional Requirement Statement) setelah itu Development.

Jhonlin Group, Pentaho, MIS, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan selatan
Menurut trainer dari PT. Cybertrand Intrabuana “Pentaho Data Integration atau Kettle adalah tools yang memiliki kemampuan extract, transform, dan load (ETL) pada multi platform databaseScript dari design dapat disimpan dalam bentuk file ataupun repository. Selain itu, pada tools ini terdapat cukup banyak ‘steps’ untuk mengatur workflow control (JOB), dan data workflow (Transformation). Ada 3 metode dalam CDC diantaranya Metode Timestap, Trigger dan Snapshot. Hal ini sangat penting diketahui dalam implementasi change data capture seperti source changes atau delta extraction meliputi insert, update and delete.

Jhonlin Group, Pentaho, MIS, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan selatan
Felik Widyo Makuprathowo dari team MIS Jhonlin Group juga mengungkapkan “Pentaho merupakan tools yang memungkinkan untuk pengambilan data secara massif dari beberapa sumber. Akumulasi data yang diambil oleh Pentaho ini disebut “Data Warehouse”. Data Warehouse ini dirancang khusus hanya untuk tujuan analisa yang pada akhirnya akan membantu pada berbagai pengambilan keputusan manajerial di lingkungan perusahaan Jhonlin dan unit usahanya. Saat ini di unit usaha Jhonlin terdapat beberapa sistem yang mungkin tidak saling terkait sama sekali dan semuanya menghasilkan jenis data yang berbeda. Kita memiliki sistem ERP Mincom Ellipse 6.3, Accurate Accounting, Zahir, dan in-house program yang output datanya akan dapat di rekonsiliasi untuk membantu pembenahan Dashboard, Reporting System, yang akhirnya membantu manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan.

Transformation ; Perspektif dari data integration tools memungkinkan user untuk membuat 2 tipe dasar dokumen yaitu trasnformation dan jobs. Transformation merupakan dokumen untuk membuat list sequential ETL. Transformasi akan menjadi dasar pembuatan ETL atau dapat dikatakan sebuah proses ETL dibangun oleh sebuah transformasi dimana didalam transformasi tersebut terdapat banyak step proses seperti write, read, commit, execute, rollback, script, transform dan banyak lagi. Untuk membangun suatu Fact Table dalam data warehouse dapat melalui 1 atau lebih proses transformasi.

Design pembuatan data warehouse yang telah di design seperti diambi dari source table apa dan kemudian disimpan dalam output table apa harus didefinisikan pada proses transformasi ini. Transformasi ini dapat berasal dari single atau multiple source input dan juga berakhir pada single atau multiple output.

Scheduler ; merupakan engine yang berjalan di background proses dimana scheduler ini akan menjalankan job yang telah di define sebelumnya. Scheduler pada PDI Enterprise Edition menggunakan framework quartz untuk menjalankannya. Yang perlu user lakukan hanyalah menset job yang telah dibuat yang kemudian akan dijalankan rutin dan kemudian mengatur waktu rutin penjalanannya dan biarkan scheduler yang menjalankan sisasnya. Sedangkan pada PDI Community Edition, tidak ada fitur scheduler seperti yang ada di PDI Enterprise Edition, tetapi scheduler bisa dilakukan dengan menggunakan Cron atau Windows Task Scheduler.

Job : merupakan pembungkus satu atau banyak transformasi. Job juga syarat agar dapat dilakukannya proses scheduling oleh PDI, karena scheduling PDI akan memilih JOB untuk menjalankan scheduler-nya ketimbang transformation. Sehingga setiap user selesai membuat transformasi harus dibungkus oleh sebuah job. Job juga dapat menjalankan lebih dari 1 transformasi file dan di dalamnya bisa melakukan sedikit proses manipulasi data lagi. Job juga dapat memanggil job lagi dalam sebuah proses job.