Reklamasi PT. Jhonlin Baratama Site Kintap

Aktivitas pertambangan sangat berdampak terhadap perubahan ekosistem lingkungan. Penting bagi setiap perusahaan pertambangan melakukan reklamasi sebagaimana yang menjadi tanggung jawabnya yang diatur dalam Permen ESDM No. 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010.

Jhonlin Group, Go Green, Reklamasi, SHE, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Kegiatan pertambangan merupakan kegiatan usaha yang kompleks dan sangat rumit, sarat resiko, merupakan kegiatan usaha jangkapanjang, melibatkan teknologi tinggi, padat modal dan aturan regulasi yang dikeluarkan dari beberapa sektor. Selain itu, kegiatan pertambangan mempunyai daya ubah lingkungan yang besar, sehingga memerlukan perencanaan total yang matang sejak tahap awal sampai dengan pasca tambang. Pada saat membuka tambang, sudah harus dipahami bagaimana penataan lahan agar sesuai peruntukannya. Rehabilitasi/reklamasi tambang bersifat progresif, sesuai rencana tata guna lahan pasca tambang. Tahapan kegiatan perencanaan tambang meliputi penaksiran sumberdaya dan cadangan, perancangan batas penambangan (final/ultimate pit limit), pentahapan tambang, penjadwalan produksi tambang, perancangan tempat penimbunan (wastedump design), perhitungan kebutuhan alat dan tenaga kerja, perhitungan biaya modal dan biaya operasi, evaluasi finansial, analisis dampak lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) termasuk pengembangan masyarakat (Community Development) serta penutupan tambang. Perencanaan tambang, sejak awal sudah melakukan upaya yang sistematis untuk mengantisipasi perlindungan lingkungan dan pengembangan karyawan dan masyarakat sekitar tambang.

Jhonlin Group, Go Green, Reklamasi, SHE, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Reklamasi suatu kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi dan berdayaguna sesuai peruntukannya. Pembangunan berwawasan lingkungan menjadi suatu kebutuhan penting bagi setiap bangsa dan negara yang menginginkan kelestarian sumber daya alam. Oleh sebab itu, sumber daya alam perlu dijaga dan dipertahankan untuk kelangsungan hidup manusia kini, maupun untuk generasi yang akan datang.

Jhonlin Group, SHE, Penghijauan, Go Green, Reklamasi, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Jhonlin Group, SHE, Penghijauan, Go Green, Reklamasi, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Berdasarkan Permen ESDM No. 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi dan Pasca Tambang, PT. Jhonlin Baratama site Kintap bulan Februari 2015 melalui Divisi Environmental melakukan penyerahan simbolis pohon siap tanam kepada PJO JB site Kintap Bapak Suwaji, sebagai momentum penanaman perdana /revegetasi di lahan bekas tambang timbunan batuan penutup Ex OPD BJM dan PBMK seluas 2.8 Ha dengan jumlah tanaman kurang lebih 2335 bibit tanamandengan metode penanaman 3X4 meter komposisi 10 % buah, 40 % tanaman lokal, 50% tanaman fast growing seperti Sengon, Trambesi, Sungkai sehingga tanaman tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, di samping itu kegiatan penanaman pohon melibatkan karang taruna setempat sebagai bentuk aksi nyata pemberdayaan masyarakat sekitar tambang, sesuai komitmen perusahaan dan kewajiaban kita untuk selalu menjaga lingkungan serta meminimalkan resiko kerusakan lingkungan.

Jhonlin Group, SHE, Penghijauan, Go Green, Reklamasi, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Berbagai upaya telah dilaksanakan section environmental site Kintap terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hal tersebut merupakan agenda kerja berdasarkan RKTTL 2015 yang sudah diajukan secara berkelanjutan, seperti pengelolaan LB3, pengujian kualitas air settling pond rutin setiap bulan di kirim ke laborotarium terakreditasi dan penempatan top soil di area aman tidak terganggu dengan aktivitas penambangan sehingga nantinya dapat digunakan kembali di saat revegetasi di area lahan pasca tambang.

Rencananya di tahun 2015 ini pihak PT. Arutmin Indonesia – PT. Jhonlin baratama menyiapkan lahan kurang lebih 50 hektar untuk reklamasi dan persiapan lahan akan dikoordinasikan dengan pihak Mine Plan dan Divisi Environmental. Menurut data sebelumnya area tambang Kintap dipenuhi PETI sehingga kondisi lahan di area tersebut tidak tertata, dengan adanya PT. Jhonlin Baratama diharapkan sedikit dapat memulihkan kondisi kerusakan lingkungan yang telah terjadi di area tersebut akibat aktivitas penambangan dengan memberikan edukasi dan melakukanmonitoring terhadap subkontraktor untuk menyimpan serta mengamankan soil stok agar bisa digunakan kembali sebagai bahan material pada saat reklamasi berikutnya.