KENDARI – PT Jhonlin Batu Mandiri (JBM) memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui kerja sama bersama Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan riset pertanian, pengelolaan perkebunan berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi dan penyerapan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Fakultas Pertanian UHO, Kendari, Senin (28/9/2026). MoU ditandatangani oleh Assistant Manager HRGA PT Jhonlin Batu Mandiri Kelvin Aditya Suhenda dan Dekan Fakultas Pertanian UHO Prof. Dr. Ir. R. Marsuki Iswandi, M.Si.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Kuliah Umum Industri dan direct recruitment. Sekitar 200 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari sekitar 150 mahasiswa aktif yang mengikuti kuliah umum dan 50 alumni Fakultas Pertanian dari berbagai program studi yang mengikuti proses rekrutmen.
Turut hadir Dekan Fakultas Pertanian UHO beserta jajaran dekanat, para wakil dekan, ketua jurusan dan program studi, dosen, serta perwakilan Legal dan tim HRGA PT JBM.
Kerja sama PT JBM dan Fakultas Pertanian UHO difokuskan pada sinergi antara pengalaman industri dan kepakaran akademis. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Research and Development (R&D) operasional pertanian tebu dari hulu hingga hilir.
Riset terapan akan diarahkan pada efisiensi teknik budidaya, pengelolaan kesuburan tanah, proteksi tanaman tebu, hingga peningkatan tata kelola operasional perkebunan. Kolaborasi juga mencakup penerapan praktik perkebunan berkelanjutan dengan memperhatikan karakteristik tanah, iklim, dan ekosistem Sulawesi Tenggara.

Assistant Manager HRGA PT Jhonlin Batu Mandiri, Kelvin Aditya Suhenda, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah perusahaan dalam memperkuat pengembangan SDM sekaligus mendukung kebutuhan operasional perusahaan di Bombana.
“Talenta lokal Sulawesi Tenggara memiliki pemahaman terhadap kondisi daerah serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Sementara akademisi dan peneliti UHO memiliki kepakaran terkait karakteristik tanah, iklim, dan ekosistem lokal yang relevan dengan operasional kami di Bombana,” ujar Kelvin.
Menurutnya, sinergi antara industri dan perguruan tinggi juga membuka ruang bagi generasi muda daerah untuk memperoleh pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta mendapatkan kesempatan berkarier di dunia industri.
Implementasi kerja sama tersebut akan dijalankan melalui sejumlah program, mulai dari riset terapan, Kuliah Umum Industri, program magang mahasiswa melalui skema internship/MBKM, hingga direct recruitment bagi alumni Fakultas Pertanian UHO.
Melalui Kuliah Umum Industri, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai perkembangan dan tantangan industri pertanian, transformasi agribisnis, dinamika di lapangan, serta kesiapan dan mentalitas profesional yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja.
Sementara program magang akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di lokasi operasional PT JBM dengan pendampingan praktisi lapangan. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pengetahuan akademis dengan kebutuhan nyata di industri.
Kolaborasi PT JBM dan Fakultas Pertanian UHO menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membangun sinergi berkelanjutan antara industri dan perguruan tinggi, sekaligus mendukung pengembangan riset terapan dan peningkatan kualitas SDM lokal yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan sektor pertanian dan perkebunan di Sulawesi Tenggara.





