Home NEWS Tasyakuran CHS Line 3 Bunati, PT DSP Apresiasi 882.428 Jam Kerja Tanpa...

Tasyakuran CHS Line 3 Bunati, PT DSP Apresiasi 882.428 Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

2
0

BATULICIN — PT Dua Samudera Perkasa (DSP) menggelar tasyakuran sekaligus loading perdana Coal Handling System (CHS) Line 3 di Area CHS Line 3 Tersus JG Bunati, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran direksi dan manajemen Jhonlin Group, perwakilan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA Rekon), serta sejumlah tamu undangan dan pihak terkait yang terlibat dalam pembangunan proyek.

Proyek berkapasitas 1 x 2.500 ton per jam (TPH) tersebut memasuki tahap commissioning dengan beban sebagai bagian dari kesiapan menuju operasional. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas rampungnya pembangunan CHS Line 3 serta apresiasi terhadap seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan proyek.

Direktur PT Dua Samudera Perkasa, H. Efgar Welmar Santos, menyebut pencapaian tersebut menjadi catatan penting sekaligus legacy bagi seluruh pihak yang terlibat. Proyek ini juga mencatat capaian keselamatan kerja yang signifikan.

Berdasarkan sertifikat penghargaan yang diserahkan DSP kepada WIKA Rekon, proyek CHS Line 3 mencatat 882.428 jam kerja tanpa kecelakaan kerja sejak 24 Juni 2024 hingga 31 Juli 2026.

“880.000 itu dilalui dengan jam aman tanpa ada kecelakaan. Artinya, pencapaian ini luar biasa,” ujar Efgar dalam sambutannya.

Menurut Efgar, proyek yang dikerjakan bersama kontraktor tersebut bahkan dapat diselesaikan lebih cepat dari batas waktu kontrak. Pekerjaan dimulai pada Mei 2024 dan semestinya berakhir pada 17 Oktober 2026.

CHS Line 3 merupakan salah satu proyek besar Jhonlin Group dengan DSP sebagai operator. Sistem ini memiliki panjang total sekitar 1,7 kilometer, sementara jalur menuju area ship loader mencapai sekitar 1,4 kilometer.

Project Manager WRK, Septian Wijinear, mengatakan tahap commissioning dengan beban dilakukan untuk menguji performa dan kapasitas sistem sesuai target yang dijanjikan kepada DSP. Pada tahap tersebut, batu bara mulai dialirkan menuju tongkang untuk dilakukan pengukuran performa dan kapasitas.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami berprinsip bahwa kami harus pulang dalam keadaan selamat; datang selamat, pulang pun selamat,” kata Septian.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tasyakuran dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas terlaksananya pembangunan serta kesiapan operasional CHS Line 3 Vessel JJ Bunati.

Pada kesempatan yang sama, DSP menyerahkan sertifikat penghargaan K3 kepada WIKA Rekon sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi seluruh tim dalam menjaga keselamatan selama proyek berlangsung.

Efgar berharap budaya keselamatan tersebut terus dipertahankan dalam tahap operasional maupun proyek-proyek berikutnya. Ia juga mengapresiasi kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin sebagai bagian dari keberlanjutan proyek Jhonlin Group.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here