
Batulicin — Talkshow Batulicin Festival (Batfest) 2025 menghadirkan influencer sekaligus owner F&D, Tommy Kaganangan, sebagai narasumber utama dalam sesi bertajuk “Satu Cerita Berjuta Cita-cita”, Minggu (30/12/2025). Dipandu MC Dedy Naga dan Lidya, talkshow ini menjadi salah satu agenda inspiratif yang menyedot perhatian pengunjung Batfest 2025.
Mengusung tema “Jejak Kreatif Banjar dari Panggung Musik, Dunia Digital hingga Rasa di Balik Kuliner”, Tommy membagikan perjalanan panjang kariernya sejak terjun ke dunia hiburan hingga dikenal sebagai kreator lintas bidang. Ia mengawali karier sebagai artis sinetron cilik pada 2003 melalui Hantu Cilik, lalu semakin dikenal publik saat memerankan tokoh Mat Gondrong dalam sinetron Ronaldowati pada 2008. Sebelumnya, ia juga terlibat dalam sejumlah judul sinetron lain seperti Tangisan Anak Tiri dan Tuyul Millennium.
Tommy mengungkapkan Ronaldowati menjadi proyek paling berkesan karena prosesnya yang unik. Ia menggantikan pemeran awal yang berhalangan, sehingga karakter yang semula bernama Mat Gundul berubah menjadi Mat Gondrong. Dari pengalaman itu, ia belajar tentang fleksibilitas dan kesiapan dalam dunia kreatif.
Dalam sesi diskusi, Tommy bercerita tentang dinamika meniti karier sejak usia dini, termasuk keputusan besar saat berusia 17 tahun untuk kembali ke Banjarmasin mengikuti permintaan orang tua dan membantu usaha kuliner keluarga. Dari titik jenuh itulah, ia mulai mengunggah konten cover lagu ke YouTube pada 2016. Meski tidak langsung viral, konsistensi dan kemampuan membaca tren akhirnya membawanya dikenal luas.
Ia juga menjelaskan pengaruh budaya Banjar dalam karya-karyanya. Berbekal diskusi dengan para seniman lokal, Tommy memilih mengembangkan lagu berbahasa Banjar dengan pendekatan pop dangdut, lalu memadukannya dengan unsur hip hop agar lebih diterima generasi muda dan audiens nasional.
Soal strategi digital, Tommy menekankan pentingnya memahami karakter tiap platform. Menurutnya, konten komedi lebih efektif di Instagram, musik berkembang cepat di TikTok, sementara YouTube difokuskan untuk karya musik dan proyek visual berdurasi panjang. Konsistensi, kolaborasi, dan menjaga relasi antarkreator menjadi kunci bertahan di tengah algoritma.
Dalam sesi tanya jawab, Nursalwati dari SMPN 1 Batulicin menanyakan identitas utama Tommy. Ia menjawab bahwa dirinya lebih nyaman disebut kreator digital karena mampu menciptakan karya lintas bidang, mulai dari musik, konten, hingga kuliner. Tommy juga berharap suatu hari dapat tampil langsung menghibur masyarakat Tanah Bumbu, daerah yang belum sempat ia singgahi untuk manggung meski telah tampil di banyak wilayah lain.






