Home NEWS Batfest Talkshow 2025 Hadirkan Alma Santang, Kupas Cara Mengelola Insecurity

Batfest Talkshow 2025 Hadirkan Alma Santang, Kupas Cara Mengelola Insecurity

76
0

Batulicin — Batfest Talkshow 2025 kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi generasi muda melalui talkshow bertajuk “Satu Cerita, Berjuta Cita-Cita” yang digelar pada Minggu, 28 Desember 2025. Talkshow ini menghadirkan Alma Santang, Finalis Putri Indonesia Kalimantan Selatan 2025 sekaligus Putri Indonesia Influencer 2025, dengan tema utama “Menghadapi Insecurity dengan Menggali Potensi”. Acara dipandu oleh MC Dedy Naga dan Lidya.

Dalam sesi pembuka, Alma membagikan perjalanan hidupnya hingga berani mengikuti ajang Putri Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa keinginan tersebut telah ia miliki sejak kecil, namun sempat tertunda karena fokus pada pendidikan dan pengembangan karier. Pada usia 26 tahun, ia merasa menemukan waktu yang tepat untuk kembali mengejar mimpi tersebut. Menurutnya, proses yang dijalani berjalan lancar dan membawanya pada hasil yang sesuai dengan porsinya masing-masing.

Memasuki sesi diskusi, Alma menjelaskan bahwa rasa insecure merupakan perasaan yang sangat umum dialami anak muda, terutama ketika berada di lingkungan yang diisi oleh orang-orang berprestasi. Perasaan ragu seperti mempertanyakan kelayakan diri kerap muncul karena manusia cenderung merasa tidak cukup. Namun, ia menilai insecurity sebagai ketakutan yang wajar dan dapat dikelola menjadi energi positif.

Pengalamannya berada bersama 44 finalis Putri Indonesia dari berbagai daerah justru membuatnya merasa terinspirasi. Ia melihat lingkungan tersebut sebagai ruang belajar yang memperkaya sudut pandang dan mendorong pengembangan diri. Menurut Alma, berada di tengah orang-orang hebat tidak selalu harus menjadi sumber perbandingan, tetapi dapat menjadi pemantik motivasi.

Ia juga membagikan pandangannya tentang pentingnya berani mencoba berbagai hal tanpa terikat usia. Alma mencontohkan pengalaman profesionalnya saat melihat rekan kerja senior yang berani berpindah jalur karier, sebagai bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru. Insecurity, lanjutnya, dapat bersifat membangun apabila mendorong seseorang untuk belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bernama Zahra menanyakan cara menyikapi rasa kurang meski telah memiliki pencapaian. Alma menegaskan bahwa perasaan tersebut manusiawi dan perlu disadari dengan sikap lebih ramah pada diri sendiri. Ia menyarankan agar pikiran negatif dilawan dengan refleksi, mengenali potensi diri, serta berani bertindak bila merasa mampu. Namun jika rasa minder justru melemahkan, ia menekankan pentingnya menghentikan dialog batin negatif demi menjaga kesehatan mental.