
Tanah Bumbu – PT Jhonlin Marine Lines berkolaborasi dengan Jhonlin Institute menggelar pelatihan Basic Sea Survival dan First Aid pada 6 Mei 2026 di Jhonlin Office Building lantai 2. Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang terdiri dari mekanik, helper mekanik, foreman, crew speedboat, fuel man, hingga operator sebagai bagian dari penguatan kompetensi keselamatan kerja di lingkungan operasional maritim perusahaan.
Kolaborasi antara PT Jhonlin Marine Lines dan Jhonlin Institute sebagai pusat pelatihan internal di bawah naungan Jhonlin Group menjadi langkah strategis perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga siap menghadapi kondisi darurat di lapangan. Program ini mengombinasikan penguatan hard skill dan soft skill melalui pembelajaran teori hingga praktik langsung.

Senior Operation Manager PT Jhonlin Marine Lines, Alfred Loai, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan kemampuan dasar keselamatan di laut dan pertolongan pertama agar mampu bertindak cepat, tepat, dan bekerja sama dalam situasi darurat.
“Keselamatan di area kerja perairan membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama tim yang baik. Harapannya seluruh peserta mampu menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh VP of Corporate HC Jhonlin Group, Tri Oktaria Wulandari. Dalam sambutannya, ia menilai pelatihan ini berbeda dari program pengembangan SDM pada umumnya karena peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik teknis langsung bersama instruktur profesional.
Menurutnya, kemampuan bertahan hidup di laut dan pertolongan pertama menjadi keterampilan penting yang relevan dengan operasional perusahaan. Ia juga menekankan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, melainkan kolaborasi seluruh tim saat menghadapi kondisi darurat.
Materi sesi pertama disampaikan HSE Supervisor PT Jhonlin Marine Lines, Ade Gunawan, yang membahas potensi bahaya di kapal, penyebab kecelakaan bongkar muat batubara, penggunaan alat keselamatan, hingga teknik penggunaan liferaft dan survival craft. Sementara materi Basic First Aid disampaikan dr. A Aidil Azmy dengan fokus pada Bantuan Hidup Dasar (BHD), resusitasi jantung paru, penanganan perdarahan, hingga penanganan luka bakar sesuai pedoman 2020 AHA Guidelines.
Pada sesi praktik di Waterworld Batulicin, peserta langsung mempraktikkan teknik bertahan hidup di air dan prosedur penyelamatan korban tenggelam. Ade Gunawan menegaskan pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh manpower PT Jhonlin Marine Lines dalam menghadapi kondisi darurat di area perairan.





