
Tanah Bumbu – PT Jhonlin Group bersama Jhonlin Institute kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP), Pengawas Operasional Madya (POM), dan Pengawas Operasional Utama (POU) pada sektor pertambangan mineral dan batubara. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mencetak tenaga pengawas operasional yang kompeten, profesional, dan sesuai dengan standar industri pertambangan nasional.
Kegiatan ini berlangsung pada 5 hingga 8 Mei 2026 di ruang Meeting Trambesi, lantai 6 Jhonlin Office Building. Diklat tersebut diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari level officer hingga manager, khususnya dari Departemen S.H.E serta FA & SMO Division di lingkungan PT Jhonlin Group. Seluruh rangkaian pelatihan diselenggarakan oleh PT Sampurna Maju Bersama sebagai pihak trainer.
Program diklat yang berlangsung selama empat hari ini dirancang secara sistematis dengan pendekatan berbasis kompetensi. Hari pertama sampai hari kedua diklat materi portofolio, hari ketiga dan keempat uji kompetensi peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta memiliki pemahaman, keterampilan, dan kesiapan yang sesuai dengan standar kompetensi pengawas operasional di industri pertambangan mineral dan batubara.

Direktur PT Sampurna Maju Bersama, Maman Suparman, menyampaikan bahwa diklat dan sertifikasi Pengawas Operasional (POP, POM, POU) merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertambangan yang kompeten dan berdaya saing. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pengembangan kompetensi sesuai jenjang yang ada.
Ia menjelaskan, pada jenjang POP peserta dibekali delapan unit kompetensi utama, sementara pada jenjang POM dan POU materi disesuaikan dengan tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi. Proses sertifikasi pun dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga menjamin standar kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional.
Sementara itu, VP of Corporate HC Jhonlin Group, Tri Oktaria Wulandari, menegaskan bahwa kesempatan mengikuti diklat ini merupakan bentuk kepercayaan perusahaan yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh setiap peserta.
“Melalui diklat dan uji kompetensi ini, kami memastikan setiap pengawas memiliki standar kemampuan yang terukur dan tersertifikasi untuk mendukung operasional yang aman dan efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari pengembangan karier internal serta diharapkan mampu mencetak calon pemimpin masa depan, termasuk untuk posisi Kepala Teknik Tambang (KTT). Dukungan dari mitra pelatihan yang berpengalaman juga menjadi faktor penting dalam memastikan peningkatan kapasitas SDM yang berkelanjutan.
Melalui program ini, PT Jhonlin Group berharap dapat terus mencetak pengawas operasional yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan industri pertambangan ke depan.





