Home NEWS PT Jhonlin Baratama Kembali Perkuat SDM Lewat Diklat dan Sertifikasi POP

PT Jhonlin Baratama Kembali Perkuat SDM Lewat Diklat dan Sertifikasi POP

13
0

BATULICIN – PT Jhonlin Baratama kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Uji Kompetensi Pengawas Operasional Pertama (POP). Kegiatan yang berlangsung pada 25–28 Juli 2026 di Ruang Gaharu, Lantai 2 Jhonlin Office Building (JOB) ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mencetak pengawas operasional yang kompeten, profesional, dan memenuhi standar keselamatan kerja di sektor pertambangan.

Sebanyak 25 peserta dari berbagai jenjang jabatan mengikuti program tersebut, meliputi Safety Officer, Surveyor, Foreman, Supervisor, PIT Engineer, Quality Control, Officer Trainer, dan Officer Environment. Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan semakin memperkuat kompetensi pengawas operasional di lingkungan PT Jhonlin Baratama.

Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan oleh PT Sentra Inti Minerba dengan materi pembekalan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri pertambangan mineral dan batubara. Peserta mendapatkan pembelajaran intensif mengenai standar kompetensi Pengawas Operasional Pertama, mulai dari aspek teknis operasional, identifikasi bahaya, manajemen risiko, hingga penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pertambangan.

Setelah menyelesaikan seluruh materi pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari proses sertifikasi profesional yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertambangan Mineral, Batubara, dan Energi. Sertifikasi ini menjadi salah satu syarat penting untuk memastikan setiap pengawas memiliki kompetensi yang diakui sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Manager HRGA PT Jhonlin Baratama, Yuli Eka Sari, mengatakan program Diklat dan Sertifikasi POP merupakan langkah strategis perusahaan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi terukur dan tersertifikasi.

“Melalui Diklat dan uji kompetensi POP ini, kami ingin memastikan setiap pengawas memiliki standar kemampuan yang terukur dan tersertifikasi. Hal ini penting untuk mendukung operasional yang aman, efektif, dan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Yuli, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga menjadi bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pemerintah serta implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

“Diklat POP bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan kewajiban regulasi, kebutuhan operasional, sekaligus investasi perusahaan dalam menciptakan pengawas yang kompeten, aman, dan produktif,” tambahnya.

Salah satu peserta, Iesa Fitri Wandari yang menjabat sebagai PIT Engineer, mengapresiasi penyelenggaraan Diklat dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) yang dilaksanakan oleh PT Jhonlin Baratama. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tugas dan tanggung jawab seorang Pengawas Operasional Pertama serta menjadi bekal penting untuk diterapkan dalam mendukung operasional pertambangan yang lebih aman, efektif, dan sesuai dengan standar keselamatan kerja.

“Terima kasih kepada PT Jhonlin Baratama yang telah memberikan kesempatan mengikuti POP. Semoga pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan dapat diimplementasikan langsung di lapangan,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Diklat dan Sertifikasi POP ini, PT Jhonlin Baratama berharap mampu menciptakan pengawas operasional yang profesional, kompeten, serta memiliki budaya keselamatan yang kuat guna mendukung operasional pertambangan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here