
Tanah Bumbu – Penutupan Pendidikan Dasar (Diksar) Calon Anggota Jhonlin Security Service (JSS) gelombang ke-19 menjadi momentum lahirnya ratusan tenaga keamanan lokal yang siap terjun ke dunia kerja di wilayah Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur. Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah resmi menyelesaikan pendidikan dan pelatihan dasar yang digelar di Ex Mako Brimob Sungai Kecil, Senin (25/5/2026).
Peserta berasal dari sejumlah daerah seperti Tabalong, Hulu Sungai, Paser, Kotabaru, hingga Tanah Bumbu. Program tersebut tidak hanya menjadi sarana pelatihan keamanan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi putra daerah di sektor industri dan operasional perusahaan.

Direktur Jhonlin Security Service, Muhammad Arif Safrudin, S.E., mengatakan penutupan Diksar menandai selesainya seluruh rangkaian pendidikan, pembekalan, serta latihan dasar mental dan fisik bagi para calon personel keamanan.
Menurutnya, setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan administrasi, para peserta akan ditempatkan di berbagai area operasional Jhonlin Group di Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur.
“Setelah seluruh rangkaian pendidikan dan administrasi selesai, para personel ini akan ditempatkan di areal operasional Jhonlin Group seperti Site Tambang Tanjung, Pelabuhan Grogot, wilayah Kebun Batulicin, serta wilayah kebun Kotabaru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, materi pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan pengamanan, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, serta kesiapan menghadapi tantangan kerja di lapangan. Menurutnya, personel JSS diharapkan mampu menjadi tenaga keamanan profesional sekaligus mitra strategis kepolisian dalam menjaga ketertiban di lingkungan kerja.
“Harapan kami, mereka dapat menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain menjalankan fungsi pengamanan perusahaan, mereka juga diharapkan menjadi mitra strategis kepolisian dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja maupun wilayah sekitar,” katanya.

Di balik barisan peserta yang berdiri tegap saat penutupan, tersimpan kisah Muhammad Rizki, pemuda asal Tanjung Tabalong yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik angkatan ke-19. Baginya, pendidikan di JSS menjadi titik awal perubahan hidup dan masa depan yang lebih baik.
“Selama di sini kami benar-benar dibentuk kedisiplinannya, kerja sama timnya, jiwa korsa, sampai rasa kebersamaan antar teman,” ucap Rizki.
Ia mengaku pelatihan yang dijalani bukan sekadar pendidikan pengamanan biasa, melainkan proses pembentukan mental dan tanggung jawab sebelum memasuki dunia kerja.
“Semoga ini jadi awal yang baik, dengan niat yang baik juga, supaya ke depan bisa membantu keluarga dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.





