Mengenal Hepatitis Melalui Gejala Serta Cara Pencegahannya

Banyak yang tidak menyadari kalau virus ini sudah masuk dan menimbulkan gejala – gejala yang menunjukkan, mereka merupakan salah satu penderita penyakit ini. Jadi mulai sekarang waspada dan antisipasi semua-nya sejak dini.

Baulicin, Healthy_Hepatitis, Jhonlin Group
Badan Kesehatan Dunia memperkirakan lebih dari dua miliar penduduk dunia terinfeksi Hepatitis B dengan angka kematian 250 ribu orang per tahun dan 170 juta penduduk dunia mengidap hepatitis C dengan tingkat kema-tian 350 ribu orang per tahun. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita Hepatitis B terus meningkat disebabkan pola hidup yang masih rendah. Diakhir tahun 2012 mencapai 20 juta. Jumlah ini berarti sekitar 8 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi Hepatitis B dengan tingkat endemisitas tinggi sebanyak 8 persen, dan 1,5 juta orang Indonesia diantaranya berpotensi mengidap kanker hati

Apa itu Hepatitis?
Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis bisa juga terjadi karena infeksi virus lain, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Hepatitis yang bukan disebakan virus biasanya disebabkan oleh alkohol dan obat-obatan. He-patitis merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus atau obat atau bahan kimia lain. Jika penyakitnya kurang dari 6 bulan maka disebut hepatitis akut, tapi bila lebih dari 6 bulan maka disebut hepatitis kro-nis.

Bisa dijelaskan dok beberapa penyebab pe-nyakit ini? Terus kenapa obat – obatan men-jadi salah satu penyebabnya?
Salah satu penyebab terjadinya penyakit ini yakni peradangan pada hati karena toxin, terus bisa juga disebabkan oleh kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi karena pola hidup sehat yang diabaikan.
Nah kalau ditanya kenapa obat – obatan seba-gai salah satu media terjangkitnya dikarenakan obat – obatan yang dijual bebas di pasaran se-perti paracetamol, dimana indikasinya un-tuk sakit kepala dan demam, dalam dosis besar bisa menyebabkan hepatitis. Selain itu alkohol dalam jangka kronis pun bisa menyebabkan hepstitis

Lalu, ada berapa jenis virus hepatitis dok?
Ada 5 jenis virus, tergantung tipe menye-rangnya. Ada virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C dan virus hepatitis D dan virus hepatitis E. Masing – masing punya perbe-daan sendiri baik proses terjangkitnya maupun penularannya.

Hepatitis A
penyakit ini menular melalui makanan dan minuman. Virus Hepatitis A biasanya me-nyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini ter-jadi biasanya karena penderita atau orang seke-lilingnya kurang menjaga kebersihan. Dan virus ini tidak berkembang menjadi kronis atau kanker hati. Jadi akan sembuh sendiri de-ngan istirahat.

Hepatitis B
Penularan virus hepatitis B tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Misalnya memakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau hubungan seksual (baik heteroseksual maupun homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B juga menularkan virus kepada bayinya selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B.

Hepatitis C
80% penyakit ini menular melalui transfusi dan penyakit tipe ini paling berbahaya dari virus hepatitis yang lain karena bisa menye-babkan kanker hati. Dan penderita terbanyak penyakit ini pada peminum alkohol.

Hepatitis D
Tidak bisa menginfeksi sendiri, virus ini memperberat virus hepatitis B dalam menginfeksi hati, sehingga bersama-sama virus hepatitis B memperberat penyakit hati.

Hepatitis E
kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

Batulicin, Healthyhepatitis, Jhonlin Group
Lalu, bagaimana gejala orang yang terkena penyakit ini dok?

Bagi penderita penyakit ini umumnya gejala yang ditimbulkan seperti Demam, mata ber-warna kuning, badan terasa lemah, kencing dan mual serta muntah. Untuk memasti-kannya dilakukan pemeriksaan laboratorium darah, yaitu bisa dilihat adanya peningkatan enzim hati, atau SGOT dan SGPT serta an-tigen virusnya seperti HbsAg. Sebab ada beberapa jenis Hepatitis yang dapat terdeteksi dengan mata dan ada juga yang mesti melalui pemeriksaan hasil labolatorium.

Denger – denger katanya untuk penyem-buhannya susah dan sampai hari ini belum ditemukan obatnya, Bagaimana cara mengo-bati dan pencegahannya?
Untuk kasus Hepatitis umumnya pengobatan adalah istirahat, bisa diberikan sari temulawak karena herbal ini membantu regenerasi sel-selhati dan untuk virus hepatitis B dan C bisa diberikan obat antivirus, sedangkan untuk pencegahannya hindari makanan dan minum-an di area yang banyak terkena hepatitis A, transfusi darah melalui badan yang sudah terpercaya, dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang dengan suntikan.

Dok, ada yang bilang penyakit hepatitis tidak bisa disembuhkan, apakah benar?
Pada dasarnya Allah SWT menurunkan suatu penyakit pasti ada obatnya. Untuk virus hepatitis A bisa sembuh sendiri, karena tidak akan menjadi kronis. Sedang untuk virus hepatitis B dan C yang sudah kronis bisa digu-nakan obat antivirus. Apabila sudah menjadi kanker atau sirosis pun sekarang sudah ada transplantasi hati. Jadi tetap optimis jangan pesimis dengan opini masyarakat.

Batulicin, Helathyhepatitis, Jhonlin Group
Bagaimana dengan mereka yang sudah di vaksin dok, apakah dapat terkena lagi?

Vaksin hepatitis yang tersedia sekarang adalah vaksin hepatitis A dan B. sedangkan vaksin hepatitis C belum tersedia, baru dalam pene-litian para ilmuwan. Untuk vaksin hepatitis A bisa bertahan selama 10 tahun, vaksin ini bagus di berikan untuk anak yang berumur kurang dari 2 tahun karena daya tahan tubuh nya belum sempurna. Sementara vaksin hepatitis B bisa bertahan selama 20-25 tahun, jadi apabila saat masih bayi sudah di vaksin hepatitis B dan sekarang sudah berusiadiatas 25 tahun maka bagusnya vaksin kembali untuk mendapat perlindungan dari virus ini.

Adakah komplikasi terburuk dari penyakit ini?
Karena sel-sel hati sudah rusak dan tidak mengeluarkan enzim berlebih. Beberapa gejalanya antara lain, badan kurus kering, perut buncit terisi cairan atau seperti perut kodok, dan sering muntah darah serta BAB warna hitam. Dan yang paling parah adalah koma hepatikum.

Bagaimana Upaya pemerintah menangani kasus ini, dok?
Penyakit hepatitis ini di Indonesia sudah se-perti gunung es. Salah satu faktor disebabkan karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala dan keluhan yang spesifik, sehingga banyak penderita yang tidak menyadari. 80 % pasien Hepatitis C dan B tidak menimbulkan gejala dan keluhan sampai terjadinya keluhan dihati.

Untuk mengantisipasi dan meminimalisir penularan transmisi virus ini, pihak peme-rintah meyiapkan skema agar pencegahan pe-nularan ibu ke anak masuk dalam program KIA (Kesehatan ibu dan anak) dengan mengin-tegrasikannya dalam antenatal care (pemeriksaan kehamilan). Tapi pegobatan siro-sis hati yang akhir-akhir ini diteliti adalah deng-an terapi sel sistem.