
Tanah Bumbu – Penguatan karakter kepemimpinan dan integritas kerja menjadi salah satu fokus utama dalam Training Refreshment Staff Operasional EAS Group Batch 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan PT Eshan Agro Sentosa (EAS) bekerja sama dengan Jhonlin Institute di Kantor Jhonlin Institute KM 47 Mantewe, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diikuti 39 peserta dari berbagai unit usaha tersebut menghadirkan sejumlah materi strategis guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mulai dari kepemimpinan, kemampuan teknis operasional, kerja sama tim, hingga penguatan budaya kerja perusahaan.
Dalam sesi Leadership, Direktur Operasional PT JAR sekaligus Chief Operating Officer (COO) EAS, Indra Irawan, menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mencapai target perusahaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengelola sumber daya manusia secara efektif dan berintegritas.
Menurut Indra, tantangan operasional perkebunan yang semakin kompleks menuntut para pemimpin untuk mampu mengendalikan emosi, berpikir logis dalam mengambil keputusan, serta terus mengembangkan kapasitas diri agar dapat mengikuti dinamika pekerjaan.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menghindari praktik leadership by pass atau gaya kepemimpinan yang mengabaikan jalur koordinasi dan struktur organisasi yang telah ditetapkan. Menurutnya, kepatuhan terhadap rantai komando menjadi kunci terciptanya komunikasi yang sehat, sinergi antarbagian, serta efektivitas dalam menjalankan operasional perusahaan.
“Pemimpin yang baik harus menghormati mekanisme organisasi yang ada, membangun komunikasi yang tepat, dan memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan sehingga tujuan bersama dapat dicapai secara optimal,” ujar Indra.
Selain aspek manajerial, Indra menekankan pentingnya nilai integritas dalam dunia kerja. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan bukan semata-mata sarana mencari nafkah, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan dengan kejujuran dan profesionalisme.
Dalam membina bawahan, Indra juga mendorong para peserta untuk menerapkan pendekatan kepemimpinan yang humanis. Ia menilai teguran atau evaluasi sebaiknya tidak dilakukan dengan meluapkan kemarahan di depan banyak orang karena dapat menurunkan motivasi dan kepercayaan diri karyawan.
Sementara itu, Asmen Trainer Technical Jhonlin Institute, Diran Marjali, mengatakan pelatihan yang berlangsung hingga 14 Juni 2026 tersebut dirancang untuk menyegarkan kembali pengetahuan peserta sekaligus menyelaraskan pemahaman terhadap standar kerja dan target perusahaan.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat soft skill, pola pikir kepemimpinan, serta budaya kerja yang mendukung peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Salah seorang peserta, Lukman Hakim dari PT KAM 1, menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan operasional di lapangan.
“Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan kami sehari-hari. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan di unit kerja masing-masing sehingga mampu meningkatkan kinerja individu maupun tim,” ujar Lukman.
Training Refreshment Staff Operasional EAS Group Batch 1 akan berlangsung hingga 14 Juni 2026 dengan berbagai materi pengembangan kompetensi yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan teknis, kepemimpinan, dan budaya kerja guna mendukung pencapaian target perusahaan secara lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan.





