Home NEWS EAS Group Fokus Bangun Pemimpin Masa Depan Melalui Refreshment Training Operasional

EAS Group Fokus Bangun Pemimpin Masa Depan Melalui Refreshment Training Operasional

166
0

Tanah Bumbu – PT Eshan Agro Sentosa (EAS) bersama Jhonlin Institute mengawali rangkaian Training Refreshment Staff Operasional EAS Group Batch 1 Tahun 2026 dengan menghadirkan sejumlah materi strategis yang berfokus pada penguatan kepemimpinan, peningkatan kompetensi teknis, kolaborasi tim, dan penguatan budaya kerja perusahaan. Kegiatan yang diikuti 39 peserta dari berbagai unit usaha tersebut berlangsung di Kantor Jhonlin Institute KM 47 Mantewe, Selasa (9/6/2026).

Pelatihan yang berlangsung hingga 14 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan operasional perkebunan yang semakin kompleks dan dinamis. Asmen Trainer Technical Jhonlin Institute, Diran Marjali, mengatakan program refreshment tersebut dirancang untuk menyegarkan kembali pengetahuan, memperkuat kompetensi, serta menyelaraskan pemahaman staf operasional terhadap standar kerja dan target perusahaan.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat soft skill, pola pikir kepemimpinan, serta budaya kerja yang mendukung peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Direktur Operasional PT JAR sekaligus COO EAS, Indra Irawan, membawakan materi Leadership. Ia menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang mampu mengendalikan emosi, berpikir logis, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap pengambilan keputusan. Menurutnya, seorang pemimpin harus terus belajar, menjaga komunikasi yang sehat, dan menghormati struktur organisasi yang telah ditetapkan.

“Pekerjaan bukan sekadar sarana mencari nafkah, tetapi juga bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran,” tegasnya.

Materi berikutnya disampaikan General Manager PT KAM-2, Ilham Siregar, yang menjelaskan pentingnya Legume Cover Crop (LCC) sebagai tanaman penutup tanah dalam perkebunan kelapa sawit. Selain menjaga kesuburan dan kelembapan tanah, LCC berfungsi menekan pertumbuhan gulma dan mengurangi risiko erosi. Ia juga memperkenalkan penggunaan teknologi drone untuk penyebaran benih LCC yang dinilai lebih efektif dibanding metode konvensional.

“Melalui penggunaan drone, tingkat keberhasilan penyebaran benih dapat mencapai sekitar 80 persen sehingga proses penutupan lahan menjadi lebih cepat dan optimal,” jelas Ilham.

Sementara itu, Direktur Operasional PT KAM, Anang Yusanto, membawakan materi bertajuk Excellent Teamwork. Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasional perkebunan sawit tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi seluruh elemen organisasi.

“Organisasi yang kuat bukan dibangun oleh individu-individu hebat yang bekerja sendiri, melainkan oleh tim yang mampu bergerak bersama menuju tujuan yang sama,” ujar Anang.

Ia menjelaskan bahwa teamwork yang lemah dapat berdampak pada tidak tercapainya target kerja, meningkatnya biaya operasional, munculnya konflik, menurunnya produktivitas, hingga turunnya moral tim. Untuk itu, ia memperkenalkan lima pilar utama teamwork, yakni Trust, Communication, Commitment, Respect, dan Accountability sebagai fondasi membangun tim yang solid dan berkinerja tinggi.

Pada sesi terakhir, VP of Corporate Human Capital Jhonlin Group, Tri Oktaria Wulandari, memaparkan Budaya Jhonlin Group yang berlandaskan nilai inti RESPECT, yaitu Result Oriented, Efficient, Safety, Persistent, Environment, Commitment, dan Team Work. Menurutnya, budaya kerja yang kuat menjadi fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Salah seorang peserta, Lukman Hakim dari PT KAM 1, menilai seluruh materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan operasional di lapangan.

“Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan kami sehari-hari. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan di unit kerja masing-masing sehingga mampu meningkatkan kinerja individu maupun tim,” katanya.

Rangkaian Training Refreshment Staff Operasional EAS Group Batch 1 akan terus berlanjut hingga 14 Juni 2026 dengan berbagai materi pengembangan kompetensi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis, kepemimpinan, serta budaya kerja peserta guna mendukung pencapaian target perusahaan secara lebih efektif dan profesional.