
BATULICIN – PT Arutmin Indonesia dan PT Jhonlin Baratama memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menggelar upacara dan penanaman pohon bersama di Area Kontainer Pit Trambesi, Sungai Dua, Selasa (9/6). Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kawasan operasional pertambangan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh karyawan PT Jhonlin Baratama, perwakilan perusahaan di lingkungan Jhonlin Group, Jhonlin Security Service (JSS), serta sejumlah perusahaan mitra, di antaranya PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin, PT United Tractors, PT Trakindo Utama, PT Dahana, PT Lintas Fortuna Nusantara, dan PT Dua Samudera Perkasa (DSP).
Wakil Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Arutmin Indonesia Site Batulicin, Muhammad Subkhan, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap perlindungan lingkungan dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam kesempatan tersebut, PT Arutmin Indonesia sebagai pemegang izin usaha pertambangan (IUP) sekaligus pemilik wilayah tambang menyerahkan penghargaan PROPER kepada PT Jhonlin Baratama sebagai kontraktor jasa pertambangan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan penerapan prinsip keberlanjutan di area operasional tambang.
Direktur Utama PT Jhonlin Baratama, Daud Kala Bombang, menegaskan bahwa tantangan lingkungan yang dihadapi industri pertambangan saat ini memerlukan perencanaan yang terintegrasi antara aspek produksi, teknik, dan lingkungan hidup.
Menurutnya, setiap keputusan operasional harus mempertimbangkan dampak jangka panjang agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian target produksi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan keberlanjutan lingkungan.
“Kita harus memastikan setiap rencana kerja disusun secara terintegrasi. Jangan sampai keputusan yang menguntungkan dalam jangka pendek justru menjadi beban pada masa depan. Karena itu, perencanaan tambang harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan hingga akhir umur tambang,” ujarnya.
Daud juga mendorong peningkatan kolaborasi antara tim perencanaan tambang dan lingkungan hidup, khususnya dalam pelaksanaan reklamasi dan revegetasi. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menghasilkan program kerja yang tidak hanya efektif bagi kebutuhan operasional saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen seluruh peserta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Jhonlin Baratama berharap semangat kolaborasi dan aksi nyata untuk iklim dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan menuju pertambangan yang lebih berkelanjutan.





