Home NEWS Groundbreaking Pabrik Munisi PT Pindad, Batulicin Jadi Pilar Baru Pertahanan RI

Groundbreaking Pabrik Munisi PT Pindad, Batulicin Jadi Pilar Baru Pertahanan RI

138
0

BATULICIN – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan groundbreaking pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (4/7/2026). Pembangunan fasilitas produksi tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus memastikan kesiapan logistik amunisi untuk mendukung sistem pertahanan negara di masa depan.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, mengatakan pabrik yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 30 hektare itu merupakan fasilitas produksi amunisi kedua milik PT Pindad setelah proyek serupa di Turen, Jawa Timur. Kehadiran pabrik baru ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus memenuhi kebutuhan amunisi TNI yang terus berkembang.

“Melalui pembangunan pabrik ini, kami ingin memastikan kesiapan industri pertahanan nasional dalam memenuhi kebutuhan logistik amunisi, termasuk untuk mendukung pembentukan 750 batalyon baru yang menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan negara,” ujar Sigit.

Ia menjelaskan, pabrik tersebut akan memproduksi amunisi kaliber 5,56 x 45 milimeter sesuai standar NATO dengan kapasitas mencapai sekitar 85 juta butir per tahun dalam satu shift produksi. Fasilitas ini dirancang memiliki tingkat produktivitas hingga 256 butir amunisi per menit sehingga mampu memperkuat pasokan logistik pertahanan nasional secara berkelanjutan.

Menurut Sigit, pemilihan Batulicin sebagai lokasi pembangunan bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut berada berdampingan dengan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 828 sehingga sejalan dengan grand design PT Pindad yang mengintegrasikan fasilitas produksi dengan kawasan strategis pertahanan.

Persiapan pembangunan, lanjutnya, telah berjalan sesuai rencana. Tahapan land clearing dan investigasi kondisi tanah telah rampung, sementara penyelesaian konstruksi fisik ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun. Setelah itu, proses instalasi hingga penyempurnaan peralatan produksi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan.

Selain mengedepankan kapasitas produksi, kawasan pabrik juga dirancang dengan standar keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan. Di dalamnya akan dibangun fasilitas produksi, laboratorium, area uji tembak, gudang penyimpanan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL). PT Pindad juga menyiapkan buffer zone berupa ruang hijau sebagai zona pengaman antara kawasan industri dan permukiman masyarakat.

“Konsep buffer zone ini kami siapkan agar operasional pabrik tetap aman sekaligus meminimalkan potensi dampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam membangun industri pertahanan yang modern, aman, dan berkelanjutan,” kata Sigit.

Groundbreaking tersebut menjadi tonggak penting penguatan industri pertahanan nasional. Selain Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, kegiatan ini turut dihadiri H. Andi Syamsuddin Arsyad, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan, Gubernur Kalimantan Selatan beserta jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, serta para pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan mitra strategis industri pertahanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here