
BATULICIN – PT Jhonlin Baratama resmi menerima unit excavator listrik SANY SY3000E dalam acara Handover Ceremony yang digelar di Assembly Area Pit Trambesi, Site Sungai Dua, Batulicin, Sabtu (4/7/2026). Serah terima alat berat berteknologi full electric tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat efisiensi operasional sekaligus mendukung penerapan konsep green mining di industri pertambangan nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Owner PT Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, jajaran manajemen PT Jhonlin Baratama, serta manajemen PT Sany Perkasa dan SANY Group.
President Director PT SANY, Mr. Sam Yan, mengatakan penyerahan SANY SY3000E bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan tonggak kemitraan strategis dalam mendorong transformasi industri pertambangan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan Jhonlin Group menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi berkelanjutan.
“Melalui kepercayaan yang diberikan kepada SANY SY3000E, Jhonlin Group telah membuktikan komitmen nyatanya dalam mendukung green mining di Indonesia, sebuah langkah berani yang patut dicontoh oleh pelaku industri global,” ujar Sam Yan.
Ia menjelaskan, SANY SY3000E merupakan excavator listrik berkapasitas besar yang dirancang untuk menghadapi kondisi geografis Indonesia. Selain mampu beroperasi pada cuaca ekstrem dengan kelembapan tinggi, alat berat ini mengusung teknologi zero emission dan sistem hidrolik elektrik cerdas yang mampu menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Sam Yan menegaskan, SANY juga berkomitmen memberikan layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknisi profesional guna memastikan keandalan operasional alat berat tersebut di lingkungan kerja PT Jhonlin Baratama.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jhonlin Baratama, Daud Kala’ Bombang, menilai industri pertambangan saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan operasional yang semakin kompleks.
Ia mengungkapkan, perpindahan area tambang menyebabkan jarak angkut menuju pelabuhan semakin jauh, kualitas batubara berubah, serta stripping ratio meningkat. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan biaya produksi sehingga perusahaan dituntut terus melakukan riset, memperkuat kolaborasi, dan mengadopsi teknologi baru.
“Kalau kita hanya mengandalkan produktivitas dan efisiensi tanpa menghadirkan inovasi, maka waktu akan menggulung kita,” tegas Daud.
Menurutnya, PT Jhonlin Baratama telah menjalankan berbagai inovasi operasional, mulai dari penggunaan bahan peledak emulsi menggantikan ANFO hingga pemanfaatan oli bekas sebagai campuran untuk mengurangi konsumsi solar. Mengingat biaya bahan bakar masih menyumbang lebih dari 30 persen biaya operasional tambang, kehadiran excavator listrik SANY SY3000E diharapkan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi melalui pemanfaatan energi listrik.
Daud optimistis kolaborasi bersama PT Sany Perkasa, termasuk penguatan supply chain dan layanan purna jual, akan semakin meningkatkan keandalan operasional alat berat di lapangan. Ia menegaskan target perusahaan bukan hanya mengejar volume produksi, tetapi juga menciptakan biaya produksi yang lebih efisien sehingga cadangan tambang yang selama ini dinilai kurang ekonomis dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Direktur Plant PT Jhonlin Baratama, Aries Yudi Kristanto, menambahkan bahwa kehadiran excavator listrik SANY SY3000E menjadi langkah baru perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat transformasi menuju industri pertambangan yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Aries, dibandingkan unit berbahan bakar diesel, excavator listrik memiliki respons pergerakan yang lebih baik saat melakukan proses pengerukan dan powernya lebih stabil. Selain itu, penggunaan tenaga listrik juga memberikan keuntungan dari sisi biaya operasional yang lebih efisien.
“Secara visual alat ini lebih lincah dari sisi operasional pun penggunaan listrik memberikan efisiensi biaya dibandingkan unit konvensional,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pengoperasian unit tersebut, terutama saat proses reposisi alat. Berbeda dengan excavator diesel yang lebih fleksibel, unit listrik masih bergantung pada kabel daya sehingga memerlukan penyesuaian ketika berpindah posisi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, PT Jhonlin Baratama bersama SANY telah menyiapkan solusi berupa reel vehicle atau kendaraan penggulung kabel otomatis yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat. Perangkat tersebut akan mengikuti pergerakan excavator untuk menggulung dan mengulur kabel secara otomatis sehingga proses reposisi dapat dilakukan lebih cepat, aman, dan efisien tanpa memerlukan bantuan alat lain maupun tenaga manual.
Aries berharap kerja sama dengan SANY tidak berhenti pada penyediaan alat semata, tetapi juga diperkuat melalui pendampingan teknis secara berkelanjutan. Menurutnya, pengoperasian alat listrik merupakan teknologi baru yang membutuhkan peningkatan kompetensi bagi mekanik, teknisi, maupun operator di lingkungan PT Jhonlin Baratama.
“Kami berharap ada pendampingan yang intensif, baik melalui pelatihan di kelas maupun praktik langsung di lapangan. Teknologi elektrifikasi ini merupakan hal baru sehingga perlu dipahami secara menyeluruh oleh seluruh tim operasional,” katanya.
Lebih lanjut, Aries menegaskan bahwa pengoperasian excavator listrik merupakan bagian dari komitmen PT Jhonlin Baratama dalam mendukung penerapan green mining. Melalui pemanfaatan teknologi berbasis listrik, perusahaan berupaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi gas buang sebagai langkah nyata menuju operasional pertambangan yang lebih berkelanjutan.
Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Haji Isam bersama jajaran manajemen PT Jhonlin Baratama dan PT Sany Perkasa sebagai simbol dimulainya pengoperasian unit SANY SY3000E. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Vice President PT Sany Perkasa, Mr. Ivan Lie, kepada Direktur Utama PT Jhonlin Baratama, Daud Kala’ Bombang, serta penyerahan simbolis kunci unit SANY SY3000E oleh Mr. Sven Tang Jianfeng selaku Head of Mining Department PT Sany Perkasa kepada Direktur Plant PT Jhonlin Baratama, Aries Yudi Kristanto.





